Jayapura (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua mengandeng TNI-Polri dan penyedia jasa angkutan untuk mengangkut dan mendistribusikan logistik pilkada hingga ke tps-tps.
Diakui, belajar dari pengalaman saat pelaksanaan pemilu lalu ada sejumlah kabupaten yang pengiriman logistiknya tertunda akibat cuaca hingga pelaksanaan pencoblosan tertunda.
Akibat keterlambatan pengiriman logistik menyebabkan tertundanya pelaksanaan pilkada dan diputuskan untuk melaksanakan pemilu susulan seperti yang terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya, Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen.
Saat ini logistik sudah selesai disortir pelipatan surat suara yang nantinya dimasukkan ke dalam kotak suara.
"Secara keseluruhan proses sortir,lipat surat suara dan berbagai formulir serta merakit kotak suara sudah dilakukan petugas KPU di kabupaten dan kota di Papua," kata Ketua KPU Papua Steve Dumbon.
Steve mengakui,TNI-Polri sendiri sudah menyatakan siap untuk membantu mengerahkan armadanya agar pengiriman logistik tanpa kendala berarti.
"KPU se-Papua diharapkan memperhitungkan dengan seksama dan bila memang kesulitan armada dapat meminta bantuan ke TNI-Polri sehingga pelaksanaan pilkada sesuai jadwal," kata Steve Dumbon.