Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama, Papua Barat menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp700 juta bagi 153 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli Papua yang tersebar pada 13 distrik atau kecamatan.

Bupati Teluk Wondama Hendrik Syake Mambor di Wasior, Rabu, mengatakan bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah meningkatkan jiwa kewirausahaan masyarakat asli Papua.

"Bantuan modal usaha bersumber dari dana otonomi khusus tahun 2023," kata Hendrik Mambor.

Bupati menjelaskan bahwa Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Teluk Wondama akan memberikan pendampingan secara rutin terhadap pelaku usaha yang menerima bantuan permodalan.

Upaya itu bertujuan meningkatkan tata kelola pemanfaatan bantuan permodalan dalam mengembangkan produk usaha yang semakin berkualitas dan berdaya saing pada masa mendatang.

"Supaya produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM asli Papua bisa bersaing dengan produk lainnya," ujar Hendrik.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Teluk Wondama Ekbertson Karubuy menjelaskan, pelaku UMKM penerima bantuan modal usaha terbagi dalam empat kategori sesuai dengan jenis usaha dan produk yang dihasilkan.

Bantuan itu meliputi 100 pelaku UMKM menerima bantuan Rp3 juta, 30 pelaku mendapat Rp5 juta, 19 pelaku menerima Rp10 juta, dan empat pelaku mendapat bantuan Rp15 juta.

“Supaya UMKM asli Papua berkembang dan pada akhirnya bisa menjadi mandiri. Harapannya semakin banyak orang asli Papua jadi pelaku usaha," kata Ekbertson.

Oktovina Rerei, salah seorang penerima bantuan mengatakan, modal usaha dari pemerintah daerah akan dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis roti yang selama ini sudah ditekuni.

Penyaluran bantuan permodalan akan memotivasi pelaku UMKM asli Papua untuk lebih giat memproduksi produk-produk sesuai jenis masing-masing.

"Tapi kembali ke masing-masing pelaku usaha yang terima bantuan. Suatu waktu dinas akan cek kitorang (kami)," ujar Oktovina.

Pewarta: Zack Tonu Bala

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2024