Sorong (ANTARA) - Anggota Forum Lintas Suku Asli Papua Raya Kota Sorong Simson Su berharap Pemerintah Kota Sorong memperhatikan keaslian orang Papua dalam pendataan sehingga benar-benar mengakomodasi orang asli Papua.
Menurut dia, pendataan itu sangat penting untuk pemenuhan hak orang asli Papua di dalam setiap kebijakan pemerintah.
"Namun, kami berharap data yang nantinya dihasilkan itu benar-benar orang asli Papua," kata Simson Su di Sorong, Papua Barat Daya, Kamis.
Simson Su menekankan bahwa pendataan itu harus menyasar seluruh suku asli Papua yang ada di Kota Sorong sehingga orang asli Papua masuk di dalam perhitungan kebijakan pemerintah.
"Kami sangat mendukung pendataan itu. Akan tetapi, seluruh orang asli Papua harus masuk di dalam data itu," ucapnya.
Baca Juga: Pendataan OAP di Papua Barat capai 215.053 jiwa
Ia mengapresiasi Pemkot Sorong yang mulai melakukan pendataan terhadap orang asli Papua.
"Kami juga berharap dalam pendataan itu perlu melibatkan kepala suku untuk melihat dan membedakan mana yang harus didata dana mana yang tidak perlu didata," ucapnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sorong Onesimus Assem mengatakan bahwa pendataan terhadap orang asli Papua ini dalam rangka menjawab kebutuhan mereka melalui perencanaan anggaran dalam implementasi kebijakan pemerintah.
"Jangan di kemudian hari hak orang asli Papua diabaikan. Kalau boleh, menjadi perhatian pusat, provinsi, dan kabupaten/kota," ucapnya.
Pendataan OAP telah dilakukan di 41 kelurahan yang tersebar di 10 distrik. Hingga saat ini masih berjalan sampai dengan 6 bulan ke depan.
Dalam rangka mendukung pendataan itu, pihaknya melakukan bimbingan teknis kepada seluruh tim pendataan sebagai bentuk penguatan kapasitas tim pendataan sehingga hasil pendataan itu lebih optimal.
Dalam pendataan ini, kata dia, tidak ada syarat tertentu yang menjadi patokan. Akan tetapi, menyasar seluruh orang asli Papua yang ada di wilayah Kota Sorong.