Manokwari (ANTARA) - Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian menyiapkan 4 ton benih padi varietas Inpari 32 untuk mendukung pembudidayaan padi gogo di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Kepala BSIP Papua Barat Aser Rouw di Manokwari, Senin, mengatakan, pengembangan padi yang memanfaatkan lahan kering merupakan salah satu upaya mewujudkan program swasembada pangan.
"Kementan menyiapkan 4 ton benih padi gogo untuk seluas 200 hektare," kata Aser.
Dia mengatakan, mekanisme penyaluran benih Inpari 32 dilakukan secara bertahap kepada petani di tiga distrik atau kecamatan yang menjadi lokasi pengembangan tanaman padi gogo.
Tiga distrik yang dimaksud meliputi, Distrik Warmare dengan luas lahan kering mencapai 100 hektare, kemudian Distrik Masni ada 81 hektare, dan Distrik Prafi terdapat 19 hektare lahan kering.
"Penyaluran bertahap, dan hari ini dimulai dengan 24 hektare yang diterima simbolis oleh lima petani," ucap Aser.
Menurut dia, estimasi penggunaan benih untuk lahan kering mencapai 40 per kilogram per hektare, namun hal tersebut berbeda bilamana lahannya merupakan lahan kebun sawit.
Keseluruhan benih padi varietas Inpari 32 yang didistribusikan kepada petani dikembangkan oleh BSIP Papua Barat dengan kemampuan produksi selama satu tahun mencapai 28 ton benih.
"Kalau lahannya kebun sawit, benihnya 20 kilogram per hektare. Kenapa? karena ada jalur sawitnya," kata Aser.
Dia menjelaskan bahwa Provinsi Papua barat mendapat alokasi program budi daya padi gogo pada 2025 dari Kementan, dengan target luas lahan kering mencapai 1.505 hektare.
Pemerintah provinsi telah mengiventarisasi potensi lahan pengembangan padi gogo di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, dan Fakfak.
"Selain program lahan kering, Papua Barat juga dapat target program lahan basah (sawah) kurang lebih 3 ribu hektare," ucap dia.
Pihaknya berharap identifikasi lahan kering untuk pengembangan padi gogo di Manokwari bisa mencapai 800 hektare, karena terdapat banyak lahan peremajaan sawit rakyat (PSR).
Penambahan 600 hektare tidak terlepas dari peran kolaborasi multi-pihak yang melibatkan berbagai unsur seperti, pemerintah provinsi maupun kabupaten, TNI Angkatan Darat, dan kepolisian.
"Sekarang di Manokwari sudah teridentifikasi 200 hektare. Sama halnya dengan kabupaten lain, kami berharap juga bisa identifikasi potensi lahannya," ujar Aser.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementan siapkan 4 ton benih untuk budi daya padi gogo di Manokwari