Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari mencanangkan penanaman perdana padi gogo atau padi lahan kering di Kabupaten Manokwari seluas 200 hektare.
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani di Manokwari, Senin mengatakan, pemanfaatan lahan kering untuk budidaya komoditas padi merupakan upaya mewujudkan swasembada pangan.
Keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi multipihak antara pemerintah daerah dengan TNI Angkatan Darat, UPT Kementerian Pertanian, masyarakat kampung, dan pihak lainnya.
"Kita ketahui bersama, swasembada pangan menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran," kata Lakotani.
Pemerintah provinsi, kata dia, terus berusaha menambah luas areal tanam padi tanpa harus selalu bergantung pada lahan basah yang ketersediaanya mengalami keterbatasan.
Penggunaan lahan kelapa sawit untuk pengembangan komoditas padi gogo mencerminkan adanya inovasi pertanian yang adaptif terhadap kondisi masyarakat lokal Papua Barat.
"Kita tidak perlu buka lahan baru yang berpotensi merusak lingkungan, tapi cukup manfaatkan lahan yang sudah ada secara optimal," ujarnya.
Menurut dia, varietas padi gogo sangat sesuai dengan karakteristik tanah dan cuaca, sekaligus solusi untuk merealisasikan upaya diversifikasi pangan di seluruh wilayah Papua Barat.
Kegiatan pencanangan padi gogo diharapkan dapat meningkatkan semangat kolaborasi, dan intensitas komunikasi dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan.
"Saya juga mengajak semua komponen masyarakat, terutama kepala kampung supaya sama-sama wujudkan ketahanan pangan," kata Wagub.
Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen Jimmy Ramoz Manalu menyebut, TNI Angkatan Darat senantiasa berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan swasembada pangan.
Penanaman perdana padi gogo memanfaatkan lahan perkebunan sawit di Kampung Mantedi, Distrik Masni, merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya demi kesejahteraan masyarakat.
"Kami melakukan interoperabilitas dengan semua stakeholder bidang pertanian, supaya tujuan program ini bisa tercapai," ucap Jimmy.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Papua Barat Yacob Selvinus Fonataba menjelaskan, lahan padi gogo Manokwari tersebar di tiga distrik yaitu Warmare, Prafi, dan Masni.
Pihaknya akan melengkapi para petani dengan sarana prasarana seperti mesin, pompa air, pupuk, dan lainnya untuk mendukung kelancaran terhadap pengelolaan padi lahan kering.
"Distrik Prafi ada 19 hektare, Distrik Warmare 100 hektare, dan sisanya ada di Distrik Masni," ucap Fonataba.
Sebagai informasi, kegiatan penanaman perdana padi gogo di Manokwari turut dihadiri oleh Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan Baginda Siagian.
Kemudian, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Ambon Anwar M Nur, Kepala BSIP Papua Barat Aser Rouw, Kepala BPS Papua Barat Mery, dan Deputi Kepala BI Papua Barat Ronny Cahyadi.
Pemprov-Kodam Kasuari tanam perdana padi gogo 200 hektare di Manokwari
Senin, 24 Maret 2025 20:09 WIB

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani (kanan), Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen Jimmy Ramoz Manalu dan sejumlah pimpinan forkopimda melakukan penanaman perdana padi gogo di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Senin. (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)