Manokwari (ANTARA) - Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw memperingatkan kelompok-kelompok tertentu di wilayah Aifat Timur Raya, Kabupaten Maybrat untuk menghentikan tindakan intimidasi terhadap masyarakat asli Papua yang ada di wilayah Kisor.
"Kamu orang dari mana? Kamu orang siapa? Masyarakat mana? Karena yang kalian intimidasi itu masyarakat asli Papua. Jangan menepuk dada sebelah, seakan-akan mereka yang punya tanah ini, tidak," kata Waterpauw di Manokwari, Selasa.
Purnawirawan Polri berpangkat Komisaris Jenderal Polisi itu mengakui beberapa waktu lalu terjadi permasalahan di wilayah Aifat Timur Raya Maybrat mengakibatkan warga setempat mengungsi atau eksodus ke tempat lain.
Ia menduga ada kelompok tertentu yang mengintimidasi dan memprovokasi warga untuk tidak kembali ke kampung sejak penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor pada Desember 2020.
Waterpauw malah mempertanyakan eksistensi kelompok tersebut lantaran justru melakukan intimidasi terhadap warga Papua asli.
"Kalau mereka benar-benar masyarakat asli Papua, maka rangkul dan dekati masyarakat kita," ujarnya.
Sehubungan dengan permasalahan tersebut, Waterpauw menugaskan Penjabat Bupati Maybrat Dr Bernhard E Rondonuwu untuk melakukan pendekatan dan komunikasi dengan kelompok-kelompok dimaksud yang hingga kini masih menunjukkan taringnya itu.
"Saya minta Bupati lakukan pendekatan, ada apa, maunya mereka apa? Kalau mereka mau menuntut sesuatu, mari kita bicara," ujarnya.
Menurut dia, jika ada riak-riak permasalahan yang hendak disuarakan oleh kelompok tersebut, pemerintah membuka ruang untuk berkomunikasi.
"Kita buka ruang untuk bicara, yang penting tidak minta merdeka. Sekarang pemerintah sedang serius membangun, terutama mempersiapkan generasi muda penerus bangsa ini ke depan," jelasnya.
Mantan Kapolda Papua dan Papua Barat itu menyebut harus ada bantuan sosial yang didistribusikan ke warga pengungsi di wilayah Kisor, Maybrat, terutama bagi anak-anak yang seharusnya mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
"Kita lagi berjuang keras untuk membangun tanah ini demi anak cucu ke depan," kata Waterpauw.
Pada Selasa siang Paulus Waterpauw melantik dan mengambil sumpah/janji tiga penjabat kepala daerah di Papua Barat yakni Penjabat Bupati Sorong, Penjabat Wali Kota Sorong dan Penjabat Bupati Maybrat.