Suku besar Tehit di Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Papua Barat Daya, komitmen bersatu dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) dengan membentuk tim lima untuk menjaring keterwakilan dari enam suku besar yang mendiami wilayah itu.

Ketua Tim lima Abraham Thesia, di Teminabuan, Selasa mengatakan suku besar Tehit bersatu bangkit untuk mengusung calon bupati Sorsel periode 2024- 2029.

"Untuk Pilkada yang berlangsung pada 24 November mendatang, suku asli Tehit tidak menutup diri kepada suku Maybrat, Imekko dan nusantara untuk maju, karena itu merupakan perintah undang-undang," kata Abraham.


Ia mengatakan, dengan terbentuknya tim lima yang merupakan representasi masyarakat adat dari enam suku dan 20 sub suku besar Tehit, berkomitmen duduk bersama, kerja bersama memutuskan bersama siapa yang diusung menjadi calon bupati.

"Tim lima telah bekerja dan menghasilkan tujuh nama yang diusulkan dan mereka telah menyampaikan sikap politik di depan masyarakat adat bahwa siap menerima pesan adat, dan melanjutkan tugas keadministrasian dan kepartaian," jelas Abraham.

Abraham melanjutkan, tujuh nama itu diantaranya, Petronela Krenaa, Yance Salambau, Marthinus Salamuk, Herit Saflembolo,Yakob Thesia, Yonatan Thesia, dan Alfons Sesa.

" Selama tenggang waktu dua bulan tim lima bekerja bahwa tujuh dari tujuh orang yang mengantongi rekomendasi maka enam lainnya siap mendukung, jika dua orang yang mengantongi rekomendasi maka dua itu kami siap dukung untuk maju sebagai calon bupati Sorsel," ungkap Abraham.


 

Pewarta: Paulus Pulo

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2024