Partai Nasional Demokrat (NasDem) masih memimpin perolehan suara untuk menduduki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari daerah pemilihan Provinsi Papua Barat.

Pada Pemilu serentak tahun 2019, Papua Barat mendapat tiga kursi di DPR-RI. Dibawah NasDem, muncul Partai Golkar dan disusul PDI Perjuangan.

Berdasarkan hasil sementara penghitungan di daerah tersebut NasDem sudah mengakumulasi sekitar 98.466 suara, Golkar 94.706 suara dan PDI Perjuangan 70.937 suara.

Selain tiga partai tersebut, partai lain yang juga berpeluang merebut kursi DPR-RI dari Papua Barat yakni Gerindra dan Demokat. Suara Gerindra terpaut sekitar 2000 suara dari PDI Perjuangan.

Pleno rekapitulasi di Papua Barat masih menyisakan dua kabupaten yakni Fakfak dan Maybrat. Ini menjadi peluang bagi lima partai besar tersebut untuk meningkatkan perolehan dukungan.

Dari sekian partai yang baru bergabung menjadi peserta pemilu untuk sementara Perindo memperoleh dukungan paling tinggi dibanding yang lain. Partai besutan Hari Tanu Sudibyo tersebut sejauh ini sudah mampu meraup dukungan sebanyak 18.383 suara dari Papua Barat.

Dibawah Perindo muncul Partai Berkarya dengan perolehan sementara 10.040 suara dan PSI 6.144 suara untuk DPR-RI.

Dari 13 kabupaten/kota di Papua Barat, 11 diantaranya sudah menyampaikan hasil rekapitulasi di tingkat provinsi, yakni Kabupaten Teluk Wondama, Kaimana, Raja Ampat, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Tambrauw, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Teluk Bintuni dan Manokwari.

Ketua KPU Papua Barat, Amus Atkana Senin, mengatakan rekapitulasi di Kabupaten Fakfak dan Maybrat saat ini masih berlangsung. Pleno tingkat provinsi akan dilanjutkan setelah hasil penghitungan dari dua daerah tersebut masuk.

"Kami sedang melakukan supervisi untuk Fakfak dan Maybrat. Hari ini tim dari KPU provinsi sudah di sana," katanya lagi.

Pewarta: Toyiban

Editor : Key Tokan A


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2019