Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, menyiapkan sebanyak 120 pengawas tempat pemungutan suara (TPS).

"Satu orang akan mengawasi satu TPS. Di Teluk Wondama ada 120 TPS maka pengawas yang direkrut seluruhnya 120 orang," ucap Ketua Bawaslu Teluk Wondama, Menahen Sabarofek, Kamis.

Ia mengutarakan bahwa setiap pengawas akan melakukan seluruh tahapan di TPS, dari pemungutan hingga penghitungan selesai dan direkap.

Menahen menekankan tugas pengawas TPS sangat penting karena ikut menentukan keberhasilan pelaksanaan Pilkada tahun 2020. Seluruh personel pengawas diminta bekerja profesional serta mengedepankan integritas dan netralitas sebagai penyelenggara.

"Boleh jadi dari 120 petugas pengawasan ini ada yang memiliki hubungan keluarga dan kekerabatan dengan pasangan calon yang maju dalam Pilkada Teluk Wondama 2020. Disinilah dibutuhkan netralitas serta profesionalitas mereka," katanya.

Menurutnya integritas dan netralitas sangat menentukan baik dan tidaknya pilkada nanti. Peran pengawas cukup besar dalam mengawal pesta demokrasi di daerah ini

Sebanyak 120 petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Pilkada Kabupaten Teluk Wondama tahun 2020 itu dilantik pada Senin (16/11). Pelantikan dilakukan oleh 13 Ketua Panwas Distrik se-Kabupaten Teluk Wondama.

Mereka akan bertugas mengawasi proses pungut hitung pada 120 TPS di pada 9 Desember nanti.

Selain mengucapkan sumpah janji, para PTPS juga menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen mereka untuk bekerja secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip independensi dan netralitas.




 

Pewarta: Zack Tonu B

Editor : Key Tokan A


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2020