Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, menggelar gerakan pangan murah atau pasar murah dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat Daya Leonard Momot di Teminabuan, Papua Barat Daya, Kamis, mengatakan pihaknya menyiapkan 200 kupon untuk dibagikan kepada masyarakat yang datang ke pasar murah tersebut.

"Harga barang yang dijual di pasar murah per kuponnya Rp100.000, yang berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, tepung 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, 10 butir telur, bawang putih 1,4 kilogram, bawang merah 1,4 kilogram, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya," katanya.

Menurut dia, pasar murah ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga sembako dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan yang akan berlangsung pekan depan.

Selain itu juga, pasar murah yang diselenggarakan itu dalam rangka menjaga pengendalian inflasi di Kabupaten Sorong Selatan menjelang puasa.

"Pemerintah bertanggung jawab untuk membantu mengatasi inflasi dengan gerakan pangan murah dalam rangka menjaga stabilisasi patokan harga," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sorong Selatan Dance Nauw dalam kesempatan tersebut mengatakan pemerintah hadir untuk mengendalikan inflasi di daerah.

"Pemerintah hadir untuk mengatur inflasi daerah, karena itu merupakan tugas pemerintah dalam menjaga dan mengendalikan pendistribusian bahan pangan serta memastikan ketersediaan stok di pasaran tetap stabil," katanya.

Saat ini di sejumlah daerah mengalami kenaikan harga beras di pasaran, sehingga pemerintah daerah melakukan sejumlah langkah-langkah dalam mengendalikan stok beras di pasar agar tetap stabil sehingga tidak mengalami kenaikan harga.

Pewarta: Paulus Pulo

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2024