Pemerintah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya tahun 2023 ini mengalokasikan anggaran senilai Rp15 miliar untuk membangun Jembatan Warsamson yang akan membuka akses ke tiga distrik terisolasi, yaitu Distrik Mega, Distrik Klaso dan Distrik Sengkeduk.
 
Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Mosso di Sorong, Senin, menjelaskan pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk membuka akses ke tiga distrik pedalaman yang akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi, akses pelayanan kesehatan, pendidikan dan lainnya.
 
"Jadi kalau distrik itu mau berkembang maka kita buka akses jalan, karena selama ini mereka terkendala dengan akses jembatan itu," katanya.
 
Dia menyebut konstruksi Jembatan Warsamson itu menggunakan tiang rangka baja. Adapun jembatan yang akan dibangun tersebut memiliki panjang 60 meter dan lebar 7 meter.
 
"Sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 senilai Rp15 miliar," ujarnya.
 
Jembatan Warsamson tersebut, kata Mosso, ditargetkan rampung pada 2024 sehingga bisa cepat digunakan untuk memudahkan aktivitas masyarakat.
 
Kepala Kampung Siwis, Yusuf Malak mengapresiasi kebijakan Pemkab Sorong yang akan membangun jembatan Warsamson. Selama ini, katanya, warga menyeberang menggunakan jembatan dari konstruksi kayu.

"Kalau lagi banjir, masyarakat tidak bisa melintas dan harus menggunakan perahu," katanya.
 
Ia menyebut Sungai Warsamson sudah banyak menelan korban baik karena terbawa arus sungai maupun karena diterkam buaya.
 
“Sungai ini sudah banyak menelan korban jiwa. Ketika terjadi banjir, masyarakat terpaksa menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu, sementara di sungai ini ada banyak buaya," demikian Yusuf Malak.
 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jembatan penghubung di Sorong dibangun buka distrik terisolasi

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2023