Kunjungan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Nono Sampono dan Komisi I DPD RI di Papua Barat, mendengarkan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan otonomi khusus di provinsi ini.

Dari tujuh Bupati di wilayah Papua Barat, DPD RI mendapati bahwa dalam pelaksanaan Otonomi khusus, daerah tidak diberikan kewenangan khusus terhadap administrasi pengelolaan keuangan daerahnya.

"Dari pengakuan Bupati Bintuni tadi salah satunya, bahwa dana otonomi khusus diberikan namun regulasi dan administrasinya tetap mengacu pada ketentuan keuangan negara. Hal ini yang menyebabkan kepala daerah di Papua Barat tersandung masalah hukum," kata Nono Sampono.

Kewenangan yang dimaksudkan, bukan pada pemakaian yang tidak bertanggungjawab, melainkan penggunaan anggaran yang untuk kebutuhan masyarakat adat sebagai pemilik atas tanah dan wilayah.

"Kita akan suarakan ini ke pusat, mereka berharap diberikan juga kewenangan untuk pengelolaan anggaran otonomi khusus, seperti kita tahu masyarakat Papua Barat memiliki banyak kebutuhan tersirat dengan kondisi yang dialami saat ini," lanjut dia.

Sebelumnya, Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengatakan, ketika kepala daerah ingin melakukan keberpihakan kepada orang asli Papua tetapi tidak ada regulasi yang mendukung, menjadi dilema tersendiri.

"Kita dorong, selain regulasi ditinjau kembali disesuaikan dengan kondisi faktual yang ada di Papua Barat terutama kepentingan OAP, tetapi kita dorong agar pemerintah pusat melihat juga dari aspek pemerintahan daerah," ujar Kasihiw.

Dia melanjutkan, pihaknya juga mendorong agar pemerintah pusat melihat masyarakat dari sisi pemerintahan, seperti dana kampung (desa) yang bisa diberikan langsung ke desa, tidak lagi melalui birokrasi tingkat provinsi maupun kabupaten.

"Karena adanya dana kampung langsung diterima, maka bisa segera juga dinikmati. Dibanding harus lewat provinsi dulu atau lewat kabupaten," lanjut dia.
 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kunjungan DPD RI di Papua Barat dengar kendala pelaksanaan Otsus

Pewarta: Tri Adi Santoso

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2023