Manokwari, (Antaranews Papua Barat)-Mnukwar, sebuah lembaga swadaya masyarakat di Manokwari, mendorong rehabilitasi tanaman mangrove di sejumlah Kampung Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Direktur Mnukwar, Andi Saragih di Manokwari, Selasa, mengatakan, bencana banjir bandang Wasior-Teluk Wondama tahun 2010 silam menyebabkan kerusakan luar biasa di daerah tersebut, termasuk lahan mangrove di wilayah pesisir Wasior.

"Mangrove tidak sekedar bagian dari ekosistem atau rantai kehidupan makluk hidup. Dahulu, lahan mangrove merupakan bagian penting dalam kehidupan dan perekonomian masyarakat," kata Andi.

Pada program ini, Mnukwar tidak akan terlibat langsung dalam melakukan penanaman. Advokasi yang dilakukan, terfokus pada upaya penyadaran terhadap masyarakat di lingkungan setempat.

Komunitas perempuan, kata Andi, menjadi salah satu sasaran pada program tersebut. Pendampingan difokuskan pada tiga kampung yakni Rasie, Isei dan Kampung Torey.

"Awalnya kami bekerjasama dengan Conservasi International namun sempat terhenti. Sekarang kami bersama Kehati, sebuah LSM yang juga fokus terhadap isu-isu lingkungan," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini masyarakat sedang dalam tahap pengumpulan bibit. Belum ada data pasti terkait lahan yang rusak akibat bencana tersebut, diperkirakan antara dua hingga lima hektare.

"Kami sedang melakukan mapping (pemetaan), secara keseluruhan kurang lebih dua hingga lima hektare yang berada wilayah pesisir Kampung Rasie, Isei dan Kampung Torey," sebut Andi.

Mangruve menjadi bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat pesisir Teluk Wondama. Target jangka panjang program rehabilitasi ini tidak terbatas pada kembalinya ekosistem lingkungan.

"Lebih dari itu, kami berharap masyarakat memiliki kembali sumber penghidupan dari usaha-usaha ekonomi yang ramah lingkungan," kata dia lagi.

Menurutnya, keberlanjutan ekosistem sangat bergantung pada ketersediaan sumber makanan. Lahan mangrove menjadi bagian terpenting dalam penyediaan sumber makanan.

"Dari budidaya mangrove masyarakat bisa mengembangkan usaha ekonomi kreatif baik dari buah yang dihasilkan maupun melalui potensi perikanan di sekitar lahan mangrove," pungkasnya.(*)

Pewarta: Toyiban

Editor : Key Tokan A


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2018