Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, meminta pengusaha ikan di daerah itu untuk mencukupi kebutuhan ikan bagi masyarakat setempat, apalagi ada kelangkaan ikan serta mencegah naiknya inflasi daerah.
 
Ketua Harian TPID Manokwari, Henri Sembiring, di Manokwari, Jumat, mengungkapkan tetap membolehkan pengusaha ikan untuk mencari keuntungan dengan melakukan memasarkan ikan ke luar daerah, tetapi pihaknya berharap kebutuhan daerah perlu dicukupkan terlebih dahulu.
 
"Bank Indonesia ada saran dalam rapat kami kemarin, kalau kapasitas berlebih ikan bisa divariasikan dengan membuat ikan asar supaya cukup kebutuhan ikan di Manokwari," ujar dia.
 
Henri menyatakan akan merapatkan mengenai kelangkaan ikan di Manokwari bersama tim yang sudah dibentuk yang diisi antara lain Asisten II Manokwari, Harjanto Ombesapu serta Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
 
Henri juga menyatakan hasil lain dari rapat mingguan TPID Manokwari yang digelar Kamis (10/11) sebelumnya yakni mengenai kelangkaan stok bawang merah. Ia berharap para distributor bawang merah berbelanja kebutuhan serta melaporkan itu ke Badan Pangan Nasional agar ada bantuan transportasi.
 
Selanjutnya mengenai kekurangan telur. Ia menyebut pihaknya telah meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM untuk berkomunikasi dengan distributor untuk mendatangkan telur dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
 
Komoditas lain yang dibahas yakni cabai. Henri menyebut telah meminta tim untuk mencari cabai yang murah dan stoknya melimpah dan dekat dengan Manokwari agar bisa didatangkan.
 
Untuk mencegah kenaikan harga cabai akibat mahalnya distribusi, dia mengharapkan pengusaha juga melaporkan hal itu ke Badan Pangan Nasional agar dibantu transportasinya seperti bawang merah.
 
"Karena waktu itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kita pernah kami minta untuk mengikuti rapat dengan Badan Pangan Nasional di Jakarta, dan informasi tentang adanya bantuan transportasi untuk pengendalian inflasi daerah," ungkap Henri yang juga Sekretaris Daerah Manokwari tersebut.
 
Sementara untuk harga tiket yang mahal, Henri memastikan Bupati Manokwari, Hermus Indou, telah berkomunikasi dengan Pejabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw untuk menyurati Kementerian Perhubungan agar harga tiket transportasi udara tidak tinggi.

Pewarta: Rachmat Julaini

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2022