Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat memproyeksikan kebutuhan uang tunai bagi masyarakat setempat selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi mencapai Rp437 miliar.

Kepala BI Papua Barat Setian, di Manokwari, Rabu, mengatakan proyeksi kebutuhan uang tunai layak edar mengalami peningkatan 14 persen apabila dibandingkan dengan Ramadhan tahun 2023 yang terealisasi Rp384 miliar.

Proyeksi tersebut seiring dengan menggeliatnya perekonomian daerah, mobilitas masyarakat, dan tingkat konsumsi masyarakat yang berdampak terhadap jumlah transaksi keuangan.

"Ada peningkatan kebutuhan uang tunai selama Ramadhan tahun ini," kata Setian pada Kick Off Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2024.

Saat ini, kata dia, BI menyediakan uang tunai layak edar Rp695 miliar untuk menjawab kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah/2024 Masehi.

BI berkolaborasi dengan perbankan konvensional dalam mendukung kelancaran distribusi rupiah layak edar bagi masyarakat setempat melalui pembukaan layanan penukaran uang dan kas keliling.

"Ada sepuluh lokasi jaringan kantor bank yang tersebar di seluruh Papua Barat," ujar Setian.

Dia menjelaskan bahwa layanan kas keliling BI menyasar pusat keramaian seperti pasar tradisional, retail modern termasuk bandara dan pelabuhan dengan jumlah maksimal penukaran Rp4 juta.

BI menyediakan layanan digital yang memudahkan seluruh masyarakat mengakses informasi serta jadwal penukaran uang rupiah layak edar melalui website https://pintar.bi.go.id.

"Layanan kas keliling reguler ada 11 titik. Informasi dan jadwal bisa diakses lewat aplikasi PINTAR," kata Setian pula.

Dia menjelaskan Serambi 2024 merupakan implementasi dari tiga kerangka kerja BI terkait optimalisasi pengelolaan uang rupiah terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
 
Kerangka kerja yang dimaksud meliputi ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya, sistem distribusi uang yang efisien dengan layanan kas prima, serta keandalan infrastruktur layanan.
 
"Dalam kegiatan Serambi, BI dan perbankan mengedukasi masyarakat soal cinta, bangga dan paham rupiah," ujar Setian.
 
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat Yacob S Fonataba menilai penyelenggaraan Serambi 2024 sangat mendukung aktivitas perekonomian melalui penyediaan uang rupiah layak edar.
 
"Pemerintah daerah mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dan perbankan konvensional," kata Yacob pula.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BI Papua Barat proyeksikan kebutuhan uang selama Ramadhan Rp437 miliar

Pewarta: Fransiskus Salu Weking

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2024