Pemerintah Provinsi (Pemrov) Papua Barat melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) telah menyalurkan 26.600 benih pala untuk Kabupaten Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni.

Kepala Bidang Perkebunan TPHBun Papua Barat Benediktus Hery di Manokwari, Kamis, mengatakan pemerintah provinsi berkomitmen mendukung pengembangan komoditas pala melalui alokasi APBD tahun 2023 sebanyak Rp731,33 juta.

Kabupaten Fakfak menerima bantuan 9 ribu benih pala senilai Rp304,72 juta, Kabupaten Kaimana 9 ribu benih pala senilai Rp304,72 juta, dan Teluk Bintuni 3.600 benih senilai Rp121,88 juta.

"Itu sudah termasuk biaya penanaman dan pemeliharaan tanaman pala per hektare Rp2 juta," kata Hery.

Ia menjelaskan bahwa 75 hektare kebun pala di Kabupaten Fakfak yang mendapat bantuan benih tersebar pada Kampung Pasir Putih, Kampung Kwagas, Kampung Ugar, dan Kampung Wartutin.

Kemudian 3.600 hektare di Teluk Bintuni tersebar pada sejumlah kampung seperti Kampung Bintuni Barat, Wehiri, Bumi Saniari, Atibo, Tinanteri, Rubobo, Masowi, Tisaida, Kucir, Iyen, Cundu, dan Inyesta.

"Kalau 75 hektare kebun pala di Kaimana hanya ada di Kampung Weswasa Distrik Teluk Arguni. Penyaluran benih ke tiga kabupaten sudah 100 persen," ucap Heri.

Selain itu, kata dia, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan 6 ribu benih pala disertai insentif pembuatan tanaman di Kabupaten Fakfak.

Komoditas pala memiliki prospek yang baik jika program pengembangannya dilakukan secara konsisten, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah terutama petani pala.

"Produk turunan pala ada banyak sekali seperti sabun, manisan, sirop, kecap, permen, kerupuk dan lainnya. Tapi, nilai tertinggi dari pala itu biji dan bunganya," ucap Hery.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2024