Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua terus mendorong pemerintah kabupaten/kota menyediakan Program Dapur Sehat (Dashat) untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di daerah itu.

"Papua sangat kaya dengan pangan lokal, seperti ikan, keladi, petatas, sagu, kacang-kacangan, sayur-mayur dapat diolah melalui Program Dashat menjadi makanan yang kaya asupan bergizi untuk dimakan ibu hamil, menyusui, dan bayi dua tahun," ujar Kepala
BKKBN Papua Nerius Auparai di Biak, Selasa.

Ia mengakui program tersebut sudah berhasil dilakukan Pemerintah Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.

Melalui program tersebut di Tolikara, kata dia, setiap hari tersedia asupan makanan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi.

"Ya ini program sangat baik dan mampu memenuhi kebutuhan makanan bergizi untuk ibu hamil hingga tumbuh kembang anak guna mencegah stunting," kata Nerius.

Berdasarkan data BKKBN, katanya, daerah di Papua dengan kasus stunting tertinggi, yakni Kabupaten Supiori dan Kabupaten Mamberamo Raya.

Di Kabupaten Supiori, kata dia, sesuai hasil Survei Status Gizi Indonesia di 10 kampung terdapat kasus stunting sebesar 29,4 persen.

Setelah dilakukan survei kembali pada 2002 di 38 kampung, kasus stunting naik menjadi 49,29 persen.

"Ya kami terus mendorong perlu adanya komitmen bersama dengan pemerintah daerah dalam mengurangi kasus stunting anak di Provinsi Papua," kata dia.

Ia berharap, jumlah kasus stunting di 29 kabupaten/kota di daerah itu mengalami penurunan melalui Program Dashat yang diinisiasi pemerintah daerah setempat.

Ia berharap, kebijakan pemerintah daerah setempat untuk mengatasi kasus stunting itu mendapat dukungan dari semua pihak terkait.
 

Pewarta: Muhsidin

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2023