Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut Indeks kerawanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya masuk dalam kategori Rawan Sedang dinilai dari aspek keamanan sosial dan politik.

Ketua Bawaslu Papua Barat Elias Idie di Manokwari, Kamis, menyebut terdapat empat aspek yang dinilai pada Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) namun status Rawan sedang Papua Barat hanya dari segi keamanan dan sosial.

"Ada empat aspek yang dinilai, yakni keamanan, penyelenggaraan, kontestasi, dan partisipasi serta status rawan. Sedang kita hanya dari aspek keamanan. Hal ini dikeluarkan Bawaslu sebagai deteksi dini pencegahan agar tidak terjadi dalam pelaksanaan Pemilu," kata Elias.

Dirinya menjelaskan, Aspek keamanan sejumlah daerah di Papua Barat Seperti Maybrat dan Teluk Bintuni memang harus mendapatkan pengamanan ekstra karena dalam pelaksanaan Pemilu seluruh masyarakat memiliki hak untuk menentukan pilihannya.

"Di beberapa daerah memang harus mendapat jaminan keamanan dari TNI-Polri agar penyelenggara mampu melaksanakan pemilihan di wilayah konflik," jelas dia.

Selain itu, masalah sosial juga dinilai masih sangat rawan dimana Masyarakat Papua menuntut terpenuhi kuota orang asli Papua di kursi parlemen, hal itu terus menjadi perdebatan dan permasalahan yang sulit diakhiri.

"Selama ini masalah persentase orang asli papua di parlemen masih menjadi perbincangan di masyarakat kita, pada menjadi domain dari partai politik untuk melakukan rekrutmen kader," lanjut dia.

Selanjutnya, Bawaslu juga berharap partisipasi masyarakat bukan hanya dalam pelaksanaan Pemilu, tetapi juga partisipasi dalam melakukan pelaporan jika terjadi pelanggaran.

"Mengajak masyarakat untuk bisa melaporkan pelanggaran yang ditemui masih menjadi tantangan Bawaslu untuk terus melakukan sosialisasi di Masyarakat," tandas dia.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indeks Kerawanan Pemilu 2024 Papua Barat kategori rawan sedang

Pewarta: Tri Adi Santoso

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2023