Manokwari, (Antaranews Papua Barat)-Indeks kerukunan umat beragama di wilayah Provinsi Papua Barat meningkat berdasarkan hasil penelitian Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Manokwari, Kamis, mengatakan, kerukunan beragama di Papua Barat berada pada peringkat enam terbaik nasional. Indeks kerukunan di daerah ini berada pada angka 72,84 persen.

"Ini cukup bagus dan kita harus tingkatkan lagi. Kami mengajak seluruh komponen, tokoh agama, tokoh masyarakat sama-sama berkolaborasi menjaga Papua Barat agar terus aman damai dan sejahtera," kata dia.

Ia menyebutkan, pemerintah provinsi Papua Barat pun terus berusaha agar kerukunan umat beragama di daerah ini terus meningkat. Bahkan, Dominggus ingin Papua Barat menjadi tolak ukur bagi daerah lain.

Pemerintah Papua Barat melalui Biro Pembangunan dan Bina Mental dalam dua tahun terakhir rutin melaksanakan program wisata rohani dan umroh. Melalui anggaran daerah Pemprov memberangkatkan perwakilan dari umat Kristen Protestan, Khatolik, Islam, Hindu dan Budha ke Israel, Arab Saudi dan India.

Menurut gubernur, hal ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjamin kebebasan beragama dan peribadatan setiap pemeluk agama di daerah tersebut.

"Program bantuan pembangunan rumah ibadah pun kita dilakukan, namun belum maksimal karena anggaran kita terbatas," sebut gubernur.

Ia juga berharap, pemerintah kabupaten/kota terus berupaya menjaga agar kerukunan beragama di setiap wilayah berjalan secara baik.

"Jangan ada konflik antar agama, suku, ras dan antar golongan. Pastikan semua beraktivitas secara baik, merasa nyaman, saling menghormati dan saling menjaga," kata gubernur lagi.(*)

Pewarta: Toyiban

Editor : Key Tokan A


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2018