Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing optimistis masyarakat di provinsi ini mampu menerapkan protokol kesehatan pada masa normal baru.

"Saya optimistis, sepanjang sosialisasi dan edukasi dilaksanakan secara optimal serta masif di seluruh daerah, masyarakat mampu menerapkan protokol kesehatan," kata Kapolda Tornagogo pada pertemuan persiapan menuju normal baru di Manokwari, Senin.

Menurut dia, gugus tugas harus melibatkan seluruh perangkat desa dari lurah hingga ketua RT dalam sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan. Tokoh agama, tokoh adat, dan pelaku usaha juga harus terlibat secara aktif.

Tornagogo mengatakan seluruh daerah di Indonesia saat ini sedang bergerak menuju normal baru. Di Papua Barat, gugus tugas harus bekerja secara terintegrasi.

"TNI dan Polri siap turun mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebelum kami turun, sosialisasi harus maksimal," katanya.

Selain sosialisasi protokol kesehatan, lanjut Kapolda, penanganan COVID-19 harus berjalan maksimal, mengingat data epidemiologi menjadi salah satu indikator penerapan normal baru. Divisi bidang kesehatan memiliki peran penting.

"Kita harus bisa jemput bola. Di Teluk Bintuni cukup bagus, sudah terbukti di sana gugus tugas COVID-19 bekerja maksimal," ujarnya.

Sebelum normal baru diberlakukan, kata dia, pemeriksaan tes cepat hingga tes usap juga harus ditingkatkan, termasuk di tiga daerah yang hingga saat ini belum ditemukan kasus positif.

"Di Maybrat, Sorong Selatan, dan Pegunungan Arfak kasus positif masih nol, tetapi ternyata belum pernah ada pemeriksaan PCR di sana. Di daerah lain pun demikian pemeriksaan tes usap masih rendah," ucap Kapolda.

Berdasarkan data gugus tugas COVID-19 dari 1 juta lebih penduduk Papua Barat, baru 1.445 orang yang dilakukan tes usap. Dari pemeriksaan tersebut sebanyak 1.236 menunjukkan hasil negatif dan 208 terkonfirmasi positif COVID-19.
 

Pewarta: Toyiban

Editor : Key Tokan A


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2020