Bupati Teluk Wondama, Papua Barat mengingatkan 368 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi 2018 yang baru resmi diangkat sebagai abdi masyarakat agar memiliki etos kerja yang tinggi serta memiliki panggilan hati nurani dalam melayani masyarakat.

"Saya beberapa kali ke kampung-kampung. Saya menemukan tidak ada petugas di sana. Khusus tenaga medis, kadang-kadang tidak ada di tempat. Khusus guru-guru, kadang-kadang tidak ada di tempat," kata Mambor di Isei, Sabtu.

Sebanyak 368 CPNS formasi 2018 itu resmi menyandang status sebagai PNS setelah melewati masa orientasi selama lebih kurang tiga tahun sejak menerima SK CPNS pada 2020

Dengan penambahan tiga ratusan PNS baru itu, Pemkab Teluk Wondama kini memiliki sebanyak lebih dari 3.000 PNS, belum termasuk tenaga honor yang mencapai 1.041 orang.

Meski memiliki jumlah pegawai yang cukup besar, namun Bupati Mambor mengeluhkan banyak diantaranya tidak bekerja.

"Ditambah dengan yang baru ini sudah 3000-an pegawai, tapi banyak yang tidak kerja (masuk kantor). Honor juga sudah 1.041 orang, tapi yang kerja sedikit," ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Teluk Wondama itu juga berpesan agar para PNS baru tersebut bekerja penuh semangat dilandasi dengan dedikasi, motivasi dan integritas yang tinggi. Juga menerapkan konsep ‘BerAKHLAK’ sebagai core values atau prinsip dasar PNS dalam menjalankan tugas.

BerAKHLAK merupakan akronim dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adapatif dan kolaboratif.

Mantan Kepala Bappeda itu berharap dengan diserahkannya keputusan pengangkatan menjadi PNS, mereka siap mencurahkan tenaga dan mendedikasikan diri untuk kemajuan Kabupaten Teluk Wondama.
Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor menyerahkan SK PNS kepada salah seorang CPNS formasi 2018. (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi Zack Tonu B)


Martinus Neto, salah seorang CPNS yang menerima SK pengangkatan menjadi PNS Pemkab Teluk Wondama mengaku senang dan bersyukur lantaran dia bersama teman-temannya kini telah resmi menjadi seorang PNS permanen.

"Merasa lega karena kami semua sudah menantikan SK ini selama tiga tahun. Cukup lama tapi tetap merasa bersyukur karena akhirnya bisa terima SK PNS," ucap Martinus.

Pria yang bertugas sebagai guru itu menyatakan siap membaktikan diri untuk membangun dunia pendidikan di Kabupaten Teluk Wondama.

"Saya siap menjalankan tugas sesuai SK. Tetap di tempat tugas yang sekarang, siap, dipindah ke tempat baru juga siap," katanya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ujang Waprak menyebut CPNS formasi 2018 awalnya berjumlah 383 orang.

Namun yang menerima SK PNS hanya sebanyak 368 orang. Pasalnya tujuh orang tidak mengikuti pemberkasan serta delapan orang meninggal dunia.

"Sehingga tersisa 368 yang terima SK PNS. Terdiri dari golongan II/a 94 orang, II/c 112 orang, golongan III/a 147 orang dan III/b 15 orang," jelasnya.

Pewarta: Zack Tonu B

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2023