Relawan berani jamin Gus Ipul-Puti menang di Madura

Relawan berani jamin Gus Ipul-Puti menang di Madura

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf (kiri) bersama relawan mengangkat dua jari saat deklarasi dukungan Relawan Suara Jawara di Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/4/2018). Relawan Suara Jawara mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Surabaya (ANTARA News) - Sejumlah kelompok masyarakat yang tergabung dalam relawan Suara Rakyat Jawa Madura (Jawara) menjamin pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno menang di Pulau Madura pada Pilkada Jatim mendatang.

"Saya dan teman-teman yang tergabung di tim relawan menjamin bahwa suara Gus Ipul menang di Madura. Kami sudah koordinasi dan konsolidasi dengan akar rumput di sana," ujar Ketua Relawan Suara Jawara Moch Hatta disela deklarasi posko pemenangan di Surabaya, Senin.

Selain Pulau Madura, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan relawan di kawasan Tapal Kuda, termasuk kiai dan ulama untuk mengantar pasangan calon nomor urut dua tersebut.

Menurut dia, ada beberapa alasan memilih Gus Ipul dalam Pilkada Jatim, antara lain karena ramah, merakyat, rendah hati dan tidak sombong sehingga menjadi kelebihan dibandingkan calon lain.

Di tempat sama, selain deklarasi kemenangan, pihaknya juga menggelar tasyakuran peresmian posko relawan yang berlokasi di Jalan Pucang Anom Timur II/42 Surabaya, termasuk komitmen sejumlah kiai dan aktivis yang berpindah dukungan dari calon lainnya.

Salah satunya mantan Ketua Partai Matahari Bangsa (PMB) Sjafrudin Budiman yang juga merupakan saksi kunci pasangan Khofifah-Herman pada sidang Mahkamah Konstitusi pada Pilkada Jatim 2013.

Turut berikrar mendukung Gus Ipul yakni Pengasuh Ponpes Darul Ulum Sumenep KH Imam Haromain, Pengasuh Ponpes Ar-Rahwini Sumenep KH Baijuri, Pengasuh Ponpes Tahfidul Qur`an Nurus Sya`ada/Nuruttilawah Sumenep KH Rasyid, Pengasuh Ponpes Al-Muhibbah Sumenep KH Syaifudin dan Pengasuh Ponpes Al-Hayyan Sumenep KH Hamidi.

"Ini bentuk kekecawaan terhadap sebelumnya dan kami menitipkan aspirasi ke Gus Ipul-Mbak Puti agar kelak menjadi pemimpin di Jatim. Kami mohon maaf karena harus beralih dukungan dari calon lain ke Gus Ipul," kata Sjafrudin yang juga Ketua Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (BP) Jatim.

Sementara itu, Calon Gubenur Jatim Gus Ipul mengapresiasi ikrar dan deklarasi dukungan dari relawan dan berkomitmen untuk bersama-sama memajukan Jatim sesuai "tagline" pencalonannya, yaitu "Kabeh Sedulur Kabeh Makmur" (semua saudara semua makmur).

"Relawan adalah salah satu andalan, selain partai politik pengusung dan pendukung serta tim sukses. Bahkan, justru relawan inilah yang menjadi motor dan berjuang agar sukses di Pilkada mendatang," katanya.

Wagub Jatim yang sedang izin cuti karena kampanye tersebut berterima kasih atas dukungan relawan, terutama Suara Jawara Jatim maupun relawan-relawan lain yang memiliki komitmen sama.

Pilkada Jatim digelar 27 Juni 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dengan nomor urut 1, dan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno nomor urut 2.

Pasangan nomor 1 merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor 2 adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS serta Gerindra.

Baca juga: Kiai sepuh Jatim pimpin kampanye Gus Ipul
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018