Plt Gubernur Sulsel minta percepat vaksinasi pada sektor pendidikan

Plt Gubernur Sulsel minta percepat vaksinasi pada sektor pendidikan

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman saat memberikan arahan kepada para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, dan Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se Sulawesi Selatan secara virtual pada Rapat Kesiapan Penerapan PPKM Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 serta Percepatan Vaksinasi dari Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (9/12/2021). ANTARA Foto/HO-Humas Pemprov Sulsel.

Makassar (ANTARA) - Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta agar percepatan vaksinasi COVID-19 terus didorong, khususnya pada seluruh perangkat pendidikan meliputi pelajar, pendidik, dan tenaga kependidikan (PTK).

Hal itu menjadi arahan Andi Sudirman kepada para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, dan Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se Sulawesi Selatan secara virtual pada Rapat Kesiapan Penerapan PPKM Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 serta Percepatan Vaksinasi dari Rujab Gubernur Sulsel, Kamis.

"Meski sudah diatas 70 persen, namun masih ada beberapa kabupaten/kota yang masih di bawah 70 persen. Ini kita imbau dan dorong agar vaksinasi untuk pelajar dan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di Sulsel terus digenjot, untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok)," kata Andi Sudirman.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini tetap berlangsung, Ia mengimbau agar memperhatikan Instruksi Mendagri karena masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Andi Sudirman mengimbau kepada Kepala Sekolah, maupun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Cabang Dinas Pendidikan se Sulsel agar tetap pula memperhatikan mutu pendidikan.

"Termasuk memperhatikan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, baik guru maupun pelajar. Harus disiplin akan pentingnya protokol kesehatan," ujarnya.

Capaian vaksinasi COVID-19 saat ini, pelajar SMA/sederajat di Sulsel untuk dosis 1 yakni 240.392 atau 71,83 persen dan dosis 2 yakni 170.342 atau 50,90 persen.

Sementara guru dan tenaga kependidikan untuk dosis 1 yakni 25.736 atau 88,93 persen dan dosis 2 yakni 25.488 atau 81,19 persen.

"Kita ingin bagaiman untuk terus berinovasi, kreatif bagaimana untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Plt Gubernur Sulsel memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan vokasi (SMK), terkait tindak lanjut MoU dengan Dudika (Dunia Usaha Dunia Industri dan Lapangan Kerja), serta optimalisasi pengelolaan SMK yang BLUD.

"Dengan harapan terbentuknya generasi lulusan-lulusan pelajar yang membanggakan, apalagi mereka adalah aset bangsa yang kedepannya bisa membangun daerah kita tercinta ini," urainya.
Baca juga: Presiden Jokowi harap usai vaksinasi massal sekolah bisa dibuka
Baca juga: Menghitung hari menuju sekolah tatap muka
Baca juga: Sejumlah sekolah di Sulsel usulkan pembelajaran tatap muka
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021