Penerimaan royalti pertambangan Kalteng capai Rp1,2 triliun

Penerimaan royalti pertambangan Kalteng  capai Rp1,2 triliun

Ilustrasi - Sebuah kapal menarik tongkang bermuatan ribuan ton batu bara melintasi Jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh di Sungai Barito di Muara Teweh, Senin (7/10/2019). ANTARA/HO-Dinas Perhubungan Barito Utara

Palangka Raya (ANTARA) - Penerimaan royalti pertambangan khususnya batu bara di Kalimantan Tengah sampai akhir Agustus 2020 sudah mencapai Rp1,2 triliun.

"Berkat doa dan dukungan dari masyarakat, serta kerja keras Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), royalti pada sektor pertambangan dari target Rp987 miliar, pada akhir Agustus 2020 sudah mencapai Rp1,2 triliun," kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Palangka Raya, Kamis.

Menurut dia, meski telah melampaui target, pihaknya tetap bekerja keras dan terus berupaya pada 2020 ini, sehingga diharapkan sampai akhir tahun mendatang bisa mencapai Rp2 triliun.

Ia menjelaskan, sejak dirinya menjabat pada 2016, royalti sektor pertambangan  terus meningkat pada 2017, 2018 hingga 2019.

Baca juga: Anggota DPR ingin izin perpanjangan pertambangan batubara ditunda

Capaian itu juga berpengaruh dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah provinsi maupun kabupaten.

"Hal ini menjadi energi dan semangat kami dalam membangun Kalteng, baik dalam upaya meningkatkan program pendidikan, kesehatan, infrastruktur maupun membantu masyarakat," katanya.

Capaian tersebut merupakan hasil dari sektor pertambangan, belum lagi jika dilihat dari capaian atau sumber pendapatan daerah pada sektor lainnya di Kalteng, salah satunya sektor pajak yang juga mengalami peningkatan signifikan.

Hal itu tak lepas dari upaya pemerintah provinsi yang tak pernah berhenti mendorong kesadaran masyarakat taat membayar pajak, serta diwujudkan melalui ragam kebijakan yang dilakukan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalteng.

Baca juga: Ekspor batu bara Sumsel jajal pasar baru Korsel

Sugianto terus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bisa memaksimalkan berbagai peluang yang ada pada setiap sektor guna meningkatkan PAD.

"Hingga pada akhirnya kebutuhan pembangunan pada berbagai sektor bisa dipenuhi dan hasilnya dirasakan oleh masyarakat," ujar Sugianto.
Pewarta : Kasriadi/Muhammad Arif Hidayat
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020