Menteri PPA: Penerapan protokol kesehatan keluarga cegah COVID-19

Menteri PPA: Penerapan protokol kesehatan keluarga cegah COVID-19

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengunjungi taman baca di Makassar, Selasa,(18/8/2020). ANTARA/HO-Pemprov Sulsel/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 untuk membuat protokol kesehatan keluarga.

"Pada kesempatan ini juga kami sampaikan dalam waktu segera, kami KemenPPPA akan melaksanakan koordinasi dengan satgas untuk membuat protokol kesehatan keluarga untuk mencegah infeksi covid di dalam dan di luar rumah," kata Bintang saat jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis

Menurut Bintang, perlu langkah tegas untuk pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan sosial terkecil, yakni keluarga.

"Harapan kami protokol kesehatan keluarga ini dapat dilakukan bila anggota keluarga terinfeksi, langkah apa yang harus dilakukan," ungkap Bintang.

Baca juga: Disiplin ketat protokol penting akhiri pandemi COVID-19, sebut PDKI

Untuk saat ini agar terhindar dari penularan COVID-19 di dalam dan di luar rumah, ia meminta keluarga-keluarga di Indonesia untuk menerapkan ketat 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta menghindari sementara kegiatan yang melibatkan kehadiran seluruh anggota keluarga besar.

"Kepada keluarga di seluruh Indonesia, para perempuan dan anak, kami sarankan di masa pandemi ini untuk mengurangi atau menghindari pertemuan-pertemuan kepada keluarga besar secara offline. Di situasi pandemi ini kita sudah diperkenalkan pertemuan daring atau virtual, salah satu contoh yang sederhana, seperti ulang tahun. Kami imbau, hindari secara offline, tapi bisa dilakukan secara daring," tambah Bintang.

Selanjutnya Bintang juga meminta pelibatan lembaga atau pemerhati perempuan salah satunya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk kampanye 3M

Kementerian PPPA pun memiliki wadah yaitu Forum Anak yang tersebar di 34 provinsi dan 451 kabupaten/kota.

"Sosialisasi atau kampanye yang kita lakukan dengan kampanye 3M ini selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, nah ini harus kita lakukan secara masif dan melibatkan lembaga dan pemerhati perempuan termasuk PKK dan forum anak yang tersebar di 34 provinsi, 451 kabupaten/kota, di mana mereka sebagai pelopor dan pelapor bisa kita ajak mensosialisasikan secara masif berkaitan dengan 3M ini," jelas Bintang.

Baca juga: Erick Thohir: Bila sayang keluarga, patuhi protokol kesehatan COVID-19

Berkaitan dengan klaster keluarga, disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ketat itu adalah kunci untuk menekan persebarannya. Disiplin itu kata Bintang, tidak hanya pada saat keluar rumah saja, tetapi juga saat berinteraksi di dalam rumah tangga.

"Terutamanya perempuan sebagai manajer rumah tangga selalu harus mengingatkan keluarganya walaupun di dalam rumah, kami sarankan untuk tetap memakai masker. Apalagi di dalam keluarga ada kelompok rentan seperti balita dan lansia," tegas Bintang.

Ia yakin dengan melibatkan perempuan dalam keluarga, jelas akan menekan peningkatan klaster secara signifikan.

"Semuanya mari kita bersatu bergandengan tangan, bekerja bersama-sama, saya yakin kekuatan perempuan akan bisa keluar dari situasi sulit ini. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia Maju," kata Bintang.

Baca juga: PPI: Keluarga lembaga pertama dan utama dalam perlindungan anak
Baca juga: KPAI: ibu alami beban berlipat saat COVID-19
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020