Manokwari (ANTARA) - Sebanyak 150 personel dari Polresta Manokwari mengamankan kegiatan takbiran keliling dan shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di Kabupaten Manokwari, Papua Barat
Kapolresta Manokwari Kombes Pol RB. Simangunsong di Manokwari, Minggu, mengatakan 150 personel itu didukung oleh dua kompi personel Polda Papua Barat dan personel Kodim 1801 Manokwari dan Fasharkan TNI AL Manokwari.
“Sebanyak 150 personel melakukan pengamanan malam takbiran, mereka dibagi, yakni sebagian melakukan pengawalan takbiran dan menjaga setiap persimpangan jalan yang dilewati rombongan pawai takbir,” ujarnya.
Ia mengatakan untuk melakukan pengamanan shalat Idul Fitri, pihaknya melakukan pengamanan di 17 titik pelaksanaan shalat Ied di Kabupaten Manokwari.
Sebagian personel ditempatkan di titik-titik shalat Ied sejak pagi hari dengan dukungan prajurit TNI dari Kodim 1801 dan Fasharkan TNI AL.
Selain itu, sebagian personel juga ditempatkan pada lima posko pengamanan Idul Fitri dan arus mudik yaitu di Sinar Suri Jalan Baru, Jalan Haji Bauw, Posko MCM Sanggeng, posko terpadu Bandara Rendani dan posko terpadu Pelabuhan Manokwari.
Ia mengatakan hingga saat ini situasi keamanan ketertiban masyarakat di Kabupaten Manokwari terpantau kondusif dan tidak ada kejadian menonjol.
“Saat ini rangkaian pilkada sudah selesai, masyarakat sudah kembali guyup dan masyarakat sudah fokus untuk pembangunan,” ujarnya.
Takbir keliling
Pemkab Manokwari melalui Panitia Hari Besar Islam (PBHI) melepas peserta pawai takbir keliling di Kantor Bupati Manokwari oleh Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono.
Dalam kesempatan itu, Mugiyono mengatakan Pemkab Manokwari memfasilitasi pelaksanaan takbir keliling sebagai wujud apresiasi kepada umat Muslim untuk merayakan kemenangan setelah 30 hari berpuasa dalam bulan Ramadhan.
Ia berharap seluruh peserta pawai takbir keliling dapat mengikuti pawai dengan tertib dan mengikuti arahan dari aparat keamanan sehingga semua dapat berjalan lancar dan aman.
“Takbiran esensinya adalah mengagungkan asma Allah, bertakbir menyebut asma Allah dalam perjalanan. Jangan sampai pawai ini justru keluar dari esensi takbiran dan kita semua dapat merayakan lebaran bersama-sama,” ujarnya.