Manokwari (ANTARA) - Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Parekrafbud) Kabupaten Manokwari, Papua Barat tetap melakukan rehabilitasi tempat-tempat wisata meski Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV diundur.
Kepala Dinas Parekrafbud Manokwari Immanuel Pangaribuan di Manokwari, Selasa mengatakan, Pesparawi Nasional XIV yang sedianya dijadwalkan dilaksanakan bulan Juni ini diundur hingga Juni 2026.
“Meski Pesparawi diundur, kita tetap melaksanakan rehab tempat wisata khususnya di Pantai Bakaro, Distrik Manokwari Timur,” katanya.
Ia mengatakan, meski tujuan awal rehab untuk memeriahkan Pesparawi Nasional XIV, namun rehab tetap dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, sejumlah sarana prasarana di Pantai Bakaro sudah banyak yang rusak sehingga membutuhkan perbaikan.
Pada rehab di Pantai Bakaro, pihaknya fokus untuk membenahi sejumlah fasilitas yang sudah rusak seperti gazebo pantai maupun spot-spot untuk swa foto.
Selain untuk memperindah tempat wisata, tapi juga menjaga agar sarana prasarana yang rusak seperti gazebo tidak membahayakan para pengunjung.
“Untuk itu program ini tetap kita laksanakan dan bahkan menjadi program prioritas dari Disparekrafbud Manokwari,” katanya.
Ia mengatakan, alokasi anggaran yang sudah ditetapkan pada APBD 2025 untuk rehab tempat wisata berjumlah Rp400 juta.
Namun, dengan adanya efisiensi anggaran, pihaknya belum mengetahui berapa anggaran yang akan digelontorkan untuk rehab tempat wisata karena masih menunggu pembagian dokumen penyelenggaraan anggaran (DPA).
Ia menambahkan, diundurnya Pesparawi Nasional juga memiliki sisi positif, karena kesiapan pemerintah daerah menjadi lebih matang.
“Selain itu, kita juga bisa siapkan lebih sempurna lagi RTP Borarsi yang akan digunakan sebagai tempat pembukaan Pesparawi,” katanya.
Dispar Manokwari tetap rehab tempat wisata meski Pesparawi diundur
Selasa, 25 Maret 2025 14:58 WIB

Kepala Dinas Parekrafbud Manokwari Immanuel Pangaribuan (ANTARA/Ali Nur Ichsan)