Manokwari (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat menyebut Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak telah menuntaskan penyusunan peta ketahanan pangan yang bermanfaat untuk pengambilan kebijakan.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat Eni Nuraeni di Manokwari, Jumat, mengatakan pemerintah provinsi dan kabupaten harus menyusun peta itu.
Penyusunan peta analisis ketahanan dan kerentanan pangan dari setiap kabupaten akan difokuskan pada kawasan pedesaan, sedangkan provinsi memotret kondisi tingkat distrik atau kecamatan.
"Pegunungan Arfak sudah menyelesaikan penyusunan peta. Kalau kabupaten lain, masih dalam proses," kata Eni.
Menurut dia, penyajian data dan informasi sebaran wilayah ketahanan dan kerentanan pangan dengan delapan indikator, diperoleh dari sejumlah organisasi perangkat daerah yang berkaitan.
Peta ketahanan pangan tingkat kabupaten maupun provinsi disusun oleh dinas ketahanan pangan, dan diperbaharui setiap tahun sesuai kondisi riil yang terjadi di lapangan.
"Misalnya, tahun ini satu desa masuk kategori rentan pangan prioritas 3, setelah diintervensi statusnya berubah. Makanya, harus diupdate," ujar Eni.
Dirinya menyebut bahwa peta itu bakal menjadi alat bantu perumusan strategi efektif dalam mengatasi permasalahan kerawanan pangan yang terjadi di tujuh kabupaten se-Papua Barat.
Meliputi, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Fakfak.
"Hanya masih terjadi kendala soal permintaan data dari lintas sektor. Kami berharap ego sektoral bisa dikurangi supaya penyelesaian peta bisa tepat waktu," ucap Eni.
Kabupaten Pegunungan Arfak selesaikan peta Ketahanan Pangan
Jumat, 14 Februari 2025 17:47 WIB

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat Eni Nuraeni memberikan penjelasan kepada awak media di Manokwari, Jumat. (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)