Jakarta (ANTARA) - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyatakan dua program prioritas yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Hasan mengatakan Presiden Prabowo sangat fokus pada penguatan sumber daya manusia, sehingga selain ada MBG yang sudah berjalan sejak Januari, kini Program CKG resmi dimulai secara serentak agar dapat dimanfaatkan masyarakat di seluruh Indonesia.
"Kita menuju Indonesia Emas. Indonesia Emas bukan hanya usianya, tapi kualitasnya juga emas. Pendidikan harus bagus, kesehatan juga harus bagus, sehingga nanti produktivitasnya bagus," kata Hasan Hasbi usai mengecek pelaksanaan CKG di Puskesmas Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin.
Hasan menjelaskan kedua program itu yakni MBG dan CKG bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil, serta membuat masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan deteksi dini.
Adapun CKG merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang membuat masyarakat Indonesia tanpa terkecuali bisa mengakses layanan kesehatan yang baik secara gratis.
"Memasuki peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, kita menyaksikan transformasi luar biasa di bidang kesehatan. Program ini (CKG) memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, menjadikannya sejajar dengan negara maju lainnya dalam menyediakan layanan kesehatan yang setara bagi seluruh warganya," kata Hasan.
Dalam peninjauannya ke puskesmas, Hasan mengapresiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan jajaran di puskesmas yang memberikan kemudahan karena alur pelayanan terhadap peserta, dari mulai pendaftaran, skrining mandiri, sampai pemeriksaan berjalan lancar.
Selain sistem yang sudah tertata, masyarakat bisa memantau riwayat kesehatan melalui ponsel melalui aplikasi Satu Sehat Mobile.
Salah satu warga Wanasari, Yaya Suhara (56), menuturkan bahwa Program CKG sangat membantu masyarakat, terutama terhadap golongan yang tidak mampu. "Selama ini kan tidak berani cek kesehatan, karena takut bayar. Tapi dengan program ini, jadi lebih leluasa," kata Yaya.
Yaya yang akan berangkat ibadah haji tahun ini mengaku tidak ada keluhan dan dinyatakan sehat, berdasarkan hasil CKG yang dijalani. Namun dengan ikut CKG, ia bisa semakin peduli dengan kondisi kesehatan menjelang keberangkatannya menuju Tanah Suci.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,7 triliun untuk merealisasikan Program CKG. CKG dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, dengan fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan yakni CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita.
CKG ulang tahun yang dimulai hari ini untuk anak usia 0-6 tahun serta masyarakat usia 18 tahun ke atas. Masyarakat bisa mendapatkan layanan CKG ini dalam kurun waktu mulai dari hari ulang tahun hingga 30 hari ke depan di puskesmas dan nantinya bisa diakses di klinik yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Sementara itu CKG sekolah akan dilaksanakan mulai Juli 2025, yang bertepatan dengan tahun ajaran baru. Pemeriksaan ini menyasar anak usia 7-17 tahun yang berada di sekolah-sekolah. CKG khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita dengan lokasi pemeriksaan di puskesmas dan posyandu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Istana: MBG-CKG komitmen Presiden perkuat SDM menuju Indonesia Emas