Sorong (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya telah menerima 2.080 bilik suara di gudang logistik KPU yang dipantau langsung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat dan pihak kepolisian dari Polres Sorong.
Ketua KPU Kabupaten Sorong Frengki Duwith di Sorong, Jumat, menjelaskan penerimaan 2.080 bilik suara itu telah diterima secara resmi dari pihak ekspedisi dan kini sudah diamankan di gudang logistik.
"Bilik suara ini nantinya disebarkan ke 520 tempat pemungutan suara (TPS). Satu TPS membutuhkan empat bilik suara," katanya.
Khusus logistik bilik suara, kata dia, tidak disediakan bilik suara cadangan seperti logistik lainnya, sehingga pada proses distribusi ke 520 TPS itu diharapkan tetap menjaga kondisi baik bilik suara itu tetap aman
Selain bilik suara, logistik yang sudah diterima KPU Kabupaten Sorong adalah tinta dengan jumlah 1.050 tinta termasuk di dalamnya 10 tinta cadangan.
"Satu TPS akan mendapatkan jatah dua tinta," kata Ketua KPU Kabupaten Sorong Frengki.
Kemudian logistik lain adalah kotak suara yang telah disalurkan ke gudang logistik KPU Kabupaten Sorong dengan jumlah 2.675 kotak suara di dalamnya terdapat 15 kotak suara cadangan.
"Kotak suara juga sama akan disebar ke 520 TPS yang ada di 30 distrik di Kabupaten Sorong," beber Frengki.
Kegiatan penyortiran kotak suara akan dilakukan pada Senin 6 November 2023 ketika KPU Provinsi melakukan monitoring ke gudang logistik KPU Kabupaten Sorong.
"Di situ akan ada tim KPU dan Bawaslu serta aparat kepolisian bersama melakukan sortir kotak suara," kata dia.
Dia pun menyebutkan bahwa dari 520 TPS ini, ada satu TPS khusus yang disiapkan untuk mengakomodasi para pemilih di area kelapa sawit tepatnya di Distrik Moisegen, Kabupaten Sorong.
"Jadi 519 TPS reguler dan satu TPS khusus yang kita siapkan," kata dia.
Dia berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sorong khususnya calon legislatif untuk bersama menjaga logistik yang ada sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Dalam waktu dekat logistik yang lain akan masuk dan nanti menyusul surat suara, jadi marilah kita jaga keamanan sampai penyelenggaraan Pemilu 2024 nanti selesai," harap dia.