Manokwari (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Manokwari menyalurkan santunan kematian senilai Rp168 juta untuk empat ahli waris di lingkup Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat pada Senin.
"Hari ini kami serahkan santunan kematian untuk ahli waris dari ASN Pemkab Manokwari, dua honorer Pemkab Manokwari dan satu aparatur kampung," kata Kepala BPJAMSOSTEK Manokwari Chandra Frans Sitanggang di Manokwari.
Ia menjelaskan masing-masing ahli waris menerima santunan kematian sebesar Rp42 juta karena telah diikutsertakan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari.
Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan yaitu jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan kehilangan pekerjaan, dan beasiswa bagi dua orang anak dari peserta.
"Kalau peserta meninggal dunia kecuali penyebabnya kecelakaan kerja, santunannya Rp42 juta. Beasiswa kita berikan untuk dua orang anak jika peserta telah terdaftar minimal tiga tahun," kata Chandra.
Ia melanjutkan jumlah klaim jaminan kematian yang telah dibayarkan kepada 12 ahli waris terhitung sejak 1 Januari-13 Februari 2023 sebanyak Rp504 miliar.
BPJAMSOSTEK juga menyalurkan dana beasiswa pendidikan untuk tujuh orang anak dari 12 kasus tersebut sebanyak Rp13 juta dengan rincian tiga beasiswa Sekolah Dasar, tiga beasiswa Sekolah Menengah Pertama, dan satu beasiswa Sekolah Menengah Atas.
"Beasiswa maksimal dua orang anak mulai dari TK sampai kuliah dengan total Rp174 juta," kata dia.
Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan pada 2022 pemerintah kabupaten menganggarkan Rp3,8 miliar untuk memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi ASN maupun non-ASN, termasuk para pekerja rentan di wilayah setempat.
"Jumlahnya ada 10 ribu pekerja yang telah kami berikan jaminan," ucap dia.
Pemerintah daerah, kata dia, berupaya agar jumlah tenaga kerja formal dan informal yang didaftarkan menjadi peserta BPJAMSOSTEK terus mengalami peningkatan sehingga dapat memperoleh perlindungan di kemudian hari.
Pemerintah daerah telah bekerja sama dengan BPJAMSOSTEK Manokwari untuk merealisasikan program perlindungan tersebut karena berpihak kepada rakyat.
Ia berharap, sinergi yang telah terjalin dapat ditingkatkan hingga masa mendatang melalui partisipasi kepesertaan pada program jaminan sosial dan jaminan kesehatan.
"Dari 10 ribu pekerja kita akan tingkatkan menjadi 20 ribu orang. Pemda juga sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," kata Hermus Indou.