Universitas Papua (Unipa) menggagas penelitian berskala internasional untuk mengetahui peran ekosistem mangrove dan padang lamun, dalam memitigasi perubahan iklim serta dampak bagi masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir.
Ada dua kawasan di Provinsi Papua Barat Daya yang menjadi fokus pelaksanaan penelitian bertajuk 'Solusi Iklim Biru' melibatkan University of Rhode Island, East Carolina University, dan University of the Virgin Islands.
"Penelitian itu difokuskan di perairan Raja Ampat dan Sorong," kata Wakil Rektor Unipa Dr Yusuf Sawaki di Manokwari, Papua Barat, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa penelitian dimaksud dilakukan oleh dua tim utama, yaitu tim ilmu alam (natular science) yang bertugas mengumpulkan data ekologi dan lingkungan terkait ekosistem mangrove maupun padang lamun.
Kemudian, tim ilmu sosial (citizen sciense) yang mengumpulkan data dan informasi soal pemanfaatan sumber daya mangrove dan lamun secara turun temurun berdasarkan nilai kearifan lokal.
"Kedua tim utama bekerja secara sinergis mengumpulkan semua data dan informasi untuk kepentingan penelitian," jelas Sawaki.
Menurut dia, pendekatan transdisipliner menggabungkan ilmu sosial dan alam, dapat menghasilkan data serta prediksi yang akurat mencegah kepunahan habitat mangrove maupun padang lamun.
Kerja sama internasional diharapkan mampu menyediakan informasi ilmiah dalam perumusan kebijakan pemerintah pusat dan daerah terhadap perencanaan pemanfaatan sumber daya pesisir.
"Pembangunan harus memperhatikan keberadaan eksosistem mangrove dan lamun di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya," ucap Sawaki.
Selain itu, kata dia, tim ilmu sosial telah melakukan fokus grup diskusi guna meningkatkan pemahaman masyarakat lokal tentang peran ekosistem mangrove dan lamun untuk menyerap karbon.
Kedua habitat tersebut merupakan solusi inovatif menghadapi tantangan perubahan iklim secara global, sehingga upaya pelestarian membutuhkan peran aktif dari masyarakat lokal.
"Nilai dan tradisi yang terus masih eksis dijalankan oleh komunitas masyarakat lokal menjadi hal penting menjaga ekosistem mangrove dan lamun," ujar Sawaki.
Dia menjelaskan rangkaian kerja sama internasional bidang penelitian mangrove dan padang lamun telah diawali dengan workshop selama tiga hari (9-11 Januari 2025) di Sorong, Papua Barat Daya.
Workshop tersebut bertema "Konvergensi Pengetahuan Mengenai Solusi Iklim Biru dan Penelitian Tentang Pengembangan Global Center Karbon Biru dan Solusi Perubahan Iklim Dunia".
"Tujuannya memfasilitasi kerja sama penelitian antara universitas di Amerika Serikat dan Indonesia, serta pemangku kepentingan di daerah," kata Sawaki.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Unipa gagas penelitian mangrove dan lamun mitigasi perubahan iklim
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2025