Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota di provinsi itu kembali menandatangani berita acara kesepakatan anggaran penerimaan tamtama afirmasi tahun anggaran 2022 bersama Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari.

Sekretaris daerah Papua Barat, Nataniel Mandacan, di Manokwari, Papua Barat, Kamis, mengatakan, semua kabupaten dan kota di Papua Barat mendukung penerimaan calon tamtama afirmasi otonomi khusus tahun anggaran 2022.

“Setiap daerah siap anggarkan Rp1 miliar dan yang tidak hadir juga sudah anggarkan dana dan siap mendukung afirmasi penerimaan tamtama TNI AD,” jelasnya.

Untuk 2022, kata dia, penerimaan bintara afirmasi khusus bagi putra-putri asli Papua disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang disediakan oleh masing-masing daerah.

“Harusnya pada tahun 2022 ini penerimaan 500 orang, namun karena keterbatasan anggaran daerah disesuaikan sehingga turun menjadi 250 orang pada 2022. Nanti yang 250 bisa dilanjutkan pada 2023,” jelas dia.

Pejabat yang mewakili Kodam XVIII/Kasuari adalah Asisten Perencanaan Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Kolonel Infantri Stefanus Satrio Aribowo, bersama Mandacan, dan Ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota di Papua Barat.

Mandacan menjelaskan, di dalam berita acara yang disepakati bersama antara pemerintah daerah dan Kodam XVIII/Kasuari sedikitnya terdapat enam poin.

"Intinya adalah biaya penyelenggaraan penerimaan Bintara TNI AD dibebankan ke APBD perubahan kabupaten dan kota sebesar Rp1 miliar," ujar dia.

Program afirmasi penerimaan anggota bintara TNI AD di lingkungan Kodam XVIII/Kasuari akan dilaksanakan pada 20 Oktober mendatang, dan tiap kabupaten/kota mendapatkan kuota 19 orang, kecuali Kabupaten Manokwari, Kabupaten Sorong, dan Sorong, yang mendapatkan kuota 20 orang.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kodam XVIII Kasuari kembali dipercaya terima bintara otsus 2022

Pewarta: Tri Adi Santoso

Editor : Evarianus Supar


COPYRIGHT © ANTARA News Papua Barat 2022